Pekanbaru (Outsiders) – Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pekanbaru mengedepankan pendekatan persuasif terhadap pedagang kaki lima yang berjualan takjil di Jalan Tengku Umar, Kecamatan Lima Puluh, yang diduga memicu kemacetan menjelang waktu berbuka puasa.
Kepala Satpol PP Pekanbaru, Yuliarso, mengatakan pihaknya memilih langkah humanis dengan memberikan imbauan langsung kepada para pedagang agar tidak menggunakan badan jalan sebagai lokasi berjualan. Petugas meminta pedagang menata kembali lapak dan menempati area yang telah ditentukan.
Menurutnya, peningkatan volume kendaraan pada sore hari selama Ramadan membuat kondisi lalu lintas di kawasan tersebut lebih padat dari biasanya. Keberadaan lapak yang memakan badan jalan dinilai mempersempit ruang kendaraan dan berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Satpol PP, kata dia, saat ini masih mengutamakan dialog dan pembinaan agar pedagang secara sukarela mematuhi aturan. Langkah tersebut diambil untuk menjaga ketertiban umum tanpa mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.
Namun, pihaknya menegaskan akan melakukan penertiban sesuai ketentuan apabila imbauan yang diberikan tidak diindahkan.





