Dibantu TNI, Warga Kejar Target Penyelesaian Jembatan Darurat Desa Termiara Aceh Tengah

Pembangunan jembatan darurat penghubung Dusun III dan Dusun IV di Desa Termiara dikebut oleh TNI bersama warga agar aktivitas masyarakat kembali normal. (Foto Dispenad)

Aceh Tengah (Outsiders) – TNI bersama masyarakat menargetkan pembangunan jembatan darurat di Desa Termiara, Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah, dapat segera difungsikan untuk memulihkan akses penghubung antar dusun yang sebelumnya terputus.

Pembangunan jembatan darurat tersebut dilaksanakan oleh anggota Koramil 08/Silih Nara Kodim 0106/Aceh Tengah bersama personel Yonif TP 854/Dharma Kersaka dan warga setempat, Minggu (1/2/2026). Jembatan ini menjadi solusi sementara untuk membuka kembali jalur penghubung antara Dusun IV dan Dusun III.

Jalur tersebut memiliki peran penting bagi aktivitas harian masyarakat, termasuk akses kerja, pertanian, pendidikan, serta mobilitas sosial. Oleh karena itu, pengerjaan jembatan dilakukan secara intensif agar dapat segera digunakan warga.

Kegiatan gotong royong dipimpin Lettu Hayat Nasution bersama Sertu Novri Ifindi, dengan dukungan penuh Reje Desa Termiara. Sejak awal, personel TNI dan warga fokus pada percepatan pekerjaan, mulai dari penyiapan material, pembersihan lokasi, hingga pemasangan konstruksi jembatan darurat.

Sertu Novri Ifindi mengatakan pembangunan jembatan darurat ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kebutuhan mendesak masyarakat. “Melalui gotong royong ini, kami menargetkan akses masyarakat kembali lancar secepatnya. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat hubungan antara TNI dan warga,” ujarnya.

Lettu Hayat Nasution menegaskan bahwa sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci agar target penyelesaian jembatan dapat tercapai. Menurutnya, kerja bersama sangat dibutuhkan terutama di wilayah pedesaan yang masih memiliki keterbatasan sarana dan prasarana.

Reje Desa Termiara mengapresiasi keterlibatan TNI dalam percepatan pembangunan jembatan darurat tersebut. Ia berharap jembatan ini segera dimanfaatkan warga sambil menunggu pembangunan jembatan permanen. “Kami bersyukur atas bantuan TNI. Kehadiran mereka membuat pekerjaan lebih cepat dan memberi semangat bagi masyarakat,” katanya.

Salah seorang warga Dusun IV, Hasan (45), menyebut jembatan darurat ini sangat dibutuhkan warga. “Kalau jembatan ini segera bisa dilewati, kami tidak perlu memutar jauh. Anak-anak juga lebih aman ke sekolah,” ujarnya.

Pembangunan jembatan darurat ini diharapkan dapat segera menyelesaikan persoalan akses antar dusun sekaligus mendukung kelancaran aktivitas masyarakat Desa Termiara.

Pos terkait