Satwa Tapir terekam muncul di Tesso Nilo, penanda pentingnya kelestarian hutan

Tapir terlihat muncul di kawasan Flying Squad yang berada di dalam Taman Nasional Tesso Nilo, Kabupaten Pelalawan, Minggu (1/2/2026).

Pekanbaru (Outsiders) – Seekor satwa tapir terlihat muncul di kawasan Flying Squad yang berada di dalam Taman Nasional Tesso Nilo, Kabupaten Pelalawan. Kemunculan satwa langka tersebut menjadi peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya di kawasan tersebut.

Kepala Seksi Wilayah I Lubuk Kembang Bunga Taman Nasional Tesso Nilo, Ashari SHut, membenarkan adanya kemunculan tapir yang terekam dalam sebuah video dan beredar di media sosial.

Bacaan Lainnya

“Benar, video itu tapir muncul dan diunggah pada Minggu tanggal 25 Januari 2026 pukul 06.30 WIB,” kata Ashari, Senin (2/2).

Ashari menjelaskan, pihaknya belum dapat memastikan jenis kelamin tapir tersebut karena jarak perekaman yang cukup jauh sehingga tidak terlihat secara jelas.

Ia juga menegaskan bahwa video kemunculan tapir tersebut bukan direkam oleh petugas TNTN, melainkan oleh seorang pengunjung kawasan Flying Squad. Rekaman itu pertama kali diunggah oleh akun Instagram Srwyn1, kemudian dibagikan ulang melalui akun resmi Instagram Taman Nasional Tesso Nilo.

“Ini baru pertama kalinya tapir muncul di sana. Selama ini, satwa yang terlihat langsung di kawasan Flying Squad adalah gajah, sedangkan satwa lain biasanya hanya diketahui dari jejak tapak kaki di sekitar camp,” ungkap Ashari.

Dalam unggahan akun Instagram TNTN, kemunculan tapir tersebut disebut sebagai momen istimewa karena satwa tersebut dikenal pemalu dan semakin jarang terlihat di alam liar.

“Yang membuat momen ini begitu istimewa, tapir ini tidak terekam kamera jebak, tetapi diabadikan langsung oleh pengunjung Taman Nasional Tesso Nilo,” tulis akun tersebut.

Pihak pengelola menilai, kehadiran tapir menjadi tanda penting bahwa kawasan hutan Tesso Nilo masih menyediakan ruang hidup bagi satwa liar, khususnya satwa langka yang dilindungi.

“Semoga tapir tetap lestari, hutan tetap terjaga, dan manusia semakin sadar bahwa keberadaan satwa liar adalah titipan yang harus dirawat bersama,” sebutnya.

Pos terkait