Target 2028, Tesso Nilo Dikembalikan sebagai Kawasan Konservasi Optimal

emerintah Provinsi Riau menargetkan pemulihan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo seluas 66.704 hektare tuntas pada 2028 melalui reforestasi bertahap, relokasi warga, dan penertiban terpadu. (Foto: Media Center RIau)

Pekanbaru (Outsiders)- Proses reforestasi di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo terus dipacu dengan target besar pemulihan kawasan mencapai sekitar 66.704 hektare hingga tahun 2028.

Pada tahap awal 2026, seluas 2.557 hektare lahan di Desa Sageti, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, siap ditanami kembali. Luasan tersebut berasal dari lahan yang secara sukarela diserahkan masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemulihan kawasan.

Bacaan Lainnya

Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto menyebut pendekatan persuasif dan dialog terbuka menjadi kunci percepatan target 2028.

“InsyaAllah, dengan pendekatan persuasif, dialog yang terbuka, serta kepastian solusi yang adil, kedepan akan semakin banyak masyarakat yang secara sukarela mengikuti langkah serupa,” ujarnya.

Ia menegaskan, proses pemulihan akan dilakukan bertahap dan terukur hingga 2028 agar Tesso Nilo kembali berfungsi optimal sebagai kawasan konservasi.

Pendataan menyeluruh terhadap penguasaan lahan juga telah dilakukan. Teridentifikasi sekitar 10.600 hektare lahan dikuasai 3.916 kepala keluarga. Relokasi yang telah berjalan mencapai 633 hektare dengan 227 kepala keluarga.

Untuk mendukung target tersebut, masih dibutuhkan sekitar 9.966 hektare lahan alternatif yang telah terpetakan, namun memerlukan keputusan di tingkat kebijakan nasional.

“Kami di daerah siap melaksanakan serta mengawal implementasinya di lapangan agar percepatan pemulihan kawasan tetap berada pada jalur yang telah ditetapkan,” kata SF Hariyanto.

Ke depan, Tim Percepatan Pemulihan Taman Nasional Tesso Nilo akan bekerja secara paralel melalui pengamanan dan penertiban terpadu, penyediaan lahan alternatif dengan kepastian hukum, serta reforestasi berbasis zonasi dan pengawasan berkelanjutan.

Ia menekankan seluruh tahapan memerlukan penguatan operasional agar target pemulihan hingga 2028 berjalan efektif dan konsisten.

“Kami berharap dukungan kebijakan dan pembiayaan dari pemerintah pusat dapat terus diperkuat sejalan dengan target yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Pos terkait