“Kehidupan sederhana di Gelar Alam mengajarkan bahwa kesejahteraan bukan soal berlimpahnya modernitas, melainkan kemampuan menjaga keseimbangan dengan alam.”
Sukabumi (Outsiders) – Kasepuhan Gelar Alam adalah komunitas adat yang berada di Desa Sirna Resmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Komunitas ini merupakan bagian dari Kasepuhan Banten Kidul yang sebelumnya dikenal dengan nama Kasepuhan Cipta Gelar. Pada tahun 2022, masyarakat adat ini pindah lokasi dan berganti nama menjadi Kasepuhan Gelar Alam.
Komunitas adat ini dipimpin oleh Abah Ugi Sugriana Rakasiwi, atau akrab disapa Abah Ugi. Ia merupakan sesepuh adat yang juga membawahi beberapa komunitas kasepuhan lain. Sosoknya dikenal visioner dalam menjaga tradisi sekaligus memenuhi kebutuhan pangan dan energi masyarakat adat.

Masyarakat Kasepuhan Gelar Alam hidup selaras dengan alam. Mereka memegang teguh kearifan lokal dalam bercocok tanam, khususnya padi. Menariknya, hasil panen di Gelar Alam selalu surplus, sehingga stok pangan dapat bertahan hingga puluhan tahun ke depan. Padi-padi hasil panen disimpan dalam leuit (lumbung padi), dan hanya digunakan untuk kebutuhan masyarakat adat, tanpa harus membeli atau menjual ke luar.
Keseimbangan antara tradisi dan modernitas juga terlihat jelas. Rumah-rumah masih berupa bangunan tradisional dari bambu dan kayu, sementara sebagian masyarakat tetap mengenakan pakaian adat seperti kebaya dan iket kepala. Namun, teknologi modern juga hadir secara terbatas, seperti pembangkit listrik mikrohidro dan jaringan internet sederhana. Hal ini menjadi bukti bahwa nilai adat dan modernisasi bisa berjalan beriringan tanpa saling mengorbankan.
Kasepuhan Gelar Alam terkenal dengan tradisi adatnya yang kental. Salah satu upacara terpenting adalah Seren Taun, ritual tahunan sebagai bentuk syukur atas hasil panen. Tradisi ini sudah berlangsung sejak tahun 1368 dan pada 2024 memasuki penyelenggaraan ke-656.

Seren Taun biasanya digelar pada awal Oktober. Tahun 2024, acara berlangsung pada 3–6 Oktober dan menjadi salah satu event budaya terbesar di Sukabumi. Rangkaian kegiatan meliputi arak-arakan hasil panen, pameran karya masyarakat adat, pertunjukan seni, hingga ritual sakral Ngadiukeun sebagai puncak acara.
Kegiatan Seren Taun Kasepuhan Gelar Alam juga masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) yang digagas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, menjadikannya salah satu agenda budaya nasional yang mendukung pariwisata daerah.
Sebagai desa adat yang berada di kawasan Gunung Halimun, Kasepuhan Gelar Alam menawarkan suasana pedesaan yang asri, jauh dari hiruk pikuk kota, dengan keindahan alam pegunungan yang masih alami. Bagi wisatawan, berkunjung ke Gelar Alam bukan hanya perjalanan wisata, tetapi juga pengalaman budaya untuk menyaksikan langsung kehidupan masyarakat adat yang hidup harmonis dengan alam.
Meskipun Kesepuhan Gelar Alam dapat diunjungi oleh siapa saja, namun tetap membutuhkan izin agar dapat mengekplorasi desa tersebut serta wajib mematuhi segala aturan yang berlaku.
Seperti dilakukan oleh pemilik kanal YouTube Roadtrip Indonesia, Denny Hendrawan dan Istrinya yang akrab disapa Kak Bedah, dalam salah satu ungghan video, mereka mendapatkan kesempatan untuk mengitari Desa Gelar Alam, bahkan mendapat izin menginap di sana.





