Jeddah (Outsiders) – Sekitar 1.600 jemaah umrah asal Malaysia dilaporkan terdampar di Arab Saudi akibat pembatalan dan penjadwalan ulang penerbangan menyusul penutupan ruang udara di sejumlah negara Timur Tengah.
Dilaporkan Kantor Berita Bernama, Konsul Jenderal Malaysia di Jeddah Tengku Mohd Dzaraif Raja Abdul Kadir menyatakan para jemaah yang berada di Jeddah, Makkah dan Madinah telah dihubungi pihak konsulat dan berada dalam kondisi baik.
Mayoritas jemaah dijadwalkan kembali ke Malaysia menggunakan maskapai seperti Malaysia Airlines, Qatar Airways, Emirates dan Etihad. Namun, sejumlah penerbangan terdampak pembatalan dan perubahan jadwal karena faktor keselamatan penerbangan di tengah situasi konflik kawasan.
Konsulat Jenderal Malaysia di Jeddah membuka pusat operasi selama 24 jam untuk memantau perkembangan situasi serta membantu para jemaah yang terdampak, termasuk penyediaan akomodasi sementara.
Selain jemaah umrah, dilaporkan 19 mahasiswa Malaysia juga terdampak akibat penutupan ruang udara Yordania sehingga mengalami penundaan perjalanan.
Pemerintah Malaysia menyatakan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan maskapai serta otoritas setempat guna memastikan keselamatan serta kepulangan warganya yang terdampak gangguan penerbangan tersebut.





