Jakarta (Outsiders)– Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa memimpin upacara penerimaan Perwira Remaja (Paja) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat Abituren Pendidikan Pertama Perwira Perwira Karier (Dikmapa PK) Reguler, Program Khusus, dan Cyber Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta.
Upacara tersebut menjadi tradisi penting yang menandai bergabungnya para perwira muda ke dalam keluarga besar TNI AD sekaligus menjadi awal pengabdian mereka sebagai calon pemimpin di lingkungan Angkatan Darat.
Sebanyak 584 perwira remaja mengikuti upacara tersebut. Mereka terdiri dari 327 Paja PK TNI Reguler, 125 Paja PK Program Khusus yang berasal dari Universitas Pertahanan, Sekolah Tinggi Intelijen Negara, dan Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (PSSN), 25 Paja PK Program Khusus Cyber, serta 107 Paja PK Program Khusus lainnya.

Dalam amanat tertulis Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Maruli Simanjuntak yang dibacakan Wakasad, disampaikan bahwa para perwira remaja merupakan generasi penerus yang akan memegang peranan penting dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Kasad menegaskan bahwa dinamika global saat ini bergerak semakin cepat dan sulit diprediksi, sehingga menuntut TNI AD untuk terus adaptif terhadap perkembangan ancaman maupun kemajuan teknologi pertahanan.
Menurutnya, pertahanan negara tidak lagi hanya mengandalkan kekuatan tempur konvensional yang bersifat simetris, tetapi juga menghadapi berbagai ancaman asimetris yang menuntut peningkatan kualitas sumber daya manusia, kecermatan strategi, serta penguasaan teknologi modern.
“Kompleksitas ancaman global dan regional yang semakin tidak menentu, mulai dari perang yang sulit diprediksi, disrupsi siber, hingga dinamika geopolitik yang penuh ketidakpastian, menempatkan TNI AD pada spektrum penugasan yang jauh lebih luas dan multidimensional,” kutip Wakasad.
Pada bagian akhir amanatnya, Kasad berpesan agar para perwira remaja mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama pendidikan untuk menyelesaikan berbagai persoalan di satuan, menumbuhkan budaya inovasi, serta terus berkarya dalam menjalankan tugas pengabdian.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan seorang perwira tidak hanya diukur dari jabatan yang diraih, tetapi juga dari dampak positif yang dapat diberikan kepada anggota, satuan, dan masyarakat.
Dalam rangkaian upacara tersebut juga dilakukan pembacaan sumpah perwira yang diwakili oleh dua Perwira Remaja, masing-masing dari perwira pria dan perwira Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad).





