Tangerang Selatan (Outsiders) – Kementerian Kelautan dan Perikanan terus memperkuat perlindungan dan pemulihan populasi spesies ikan serta biota perairan melalui berbagai program konservasi terintegrasi. Program tersebut mencakup pengembangbiakan, rehabilitasi, konservasi luar habitat alami, hingga pelepasliaran kembali ke lingkungan perairan.
Upaya ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati laut Indonesia sekaligus mendukung kebijakan ekonomi biru yang menempatkan kesehatan ekosistem sebagai dasar pembangunan kelautan dan perikanan berkelanjutan.
Pelepasliaran Hiu Hasil Pembiakan
Salah satu langkah nyata KKP adalah pelepasliaran 25 ekor hiu bambu Chiloscyllium punctatum hasil captive breeding serta 5 ekor hiu karang sirip hitam Carcharhinus melanopterus ke habitat alaminya di Kawasan Konservasi Perairan Kepulauan Seribu Selatan.
Direktur Konservasi Spesies dan Genetik KKP Sarmintohadi menegaskan bahwa pengembangbiakan dan pelepasliaran merupakan instrumen penting dalam mendukung pemulihan populasi spesies dan menjaga keseimbangan ekosistem laut.
Konservasi, menurutnya, tidak hanya berfokus pada perlindungan habitat alami, tetapi juga mencakup rehabilitasi, pengembangbiakan, penelitian, serta edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keanekaragaman hayati perairan.
Penguatan Konservasi Luar Habitat Alami
Selain pelepasliaran, KKP juga mendorong pengembangan konservasi luar habitat alami sebagai sarana penelitian, edukasi, dan penyelamatan spesies. Salah satunya melalui pengenalan Pot bellied Seahorse yang berasal dari hibah YO GYO Aquarium Jepang kepada BXSea sebagai pemegang izin pemanfaatan jenis ikan untuk aquaria.
Kehadiran spesies tersebut diharapkan menjadi media edukasi bagi masyarakat mengenai perlindungan spesies laut dan pengelolaan biota perairan secara bertanggung jawab.
Kolaborasi untuk Edukasi dan Restocking
KKP juga menjalin kolaborasi dengan BXSea Oceanarium dalam pengembangan konservasi luar habitat alami, rehabilitasi biota perairan, restocking jenis ikan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pendataan spesies, serta edukasi publik mengenai konservasi laut.
Direktur PT Jaya Real Property Tbk Tina Santosa Hadisumarto menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan memperkuat peran BXSea sebagai sarana edukasi konservasi yang mendekatkan masyarakat dengan berbagai spesies perairan serta menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian biota akuatik Indonesia.
Melalui program tersebut, KKP menegaskan komitmennya dalam memperkuat perlindungan spesies ikan dan biota perairan sebagai bagian dari implementasi ekonomi biru yang diusung pemerintah. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan sumber daya laut bagi generasi kini dan mendatang.





