Malaysia Waspadai Dampak Konflik Timur Tengah, Anwar Panggil Rapat Kabinet Khusus

Pemerintah Malaysia mulai mengantisipasi dampak konflik Timur Tengah terhadap ekonomi nasional dengan menggelar rapat kabinet khusus yang dipimpin oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim. (Foto: Laman facebook Anwar Ibrahim)

Kuala Lumpur (Outsiders) – Pemerintah Malaysia bersiap menggelar rapat kabinet khusus untuk menilai dampak konflik di Timur Tengah terhadap kondisi fiskal dan keamanan nasional. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketegangan regional yang dikhawatirkan memicu dampak ekonomi global.

Dilaporkan Kantor Berita Bernama, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan rapat kabinet tersebut akan digelar pada Jumat guna mengevaluasi posisi fiskal negara sekaligus memantau perkembangan konflik di kawasan Asia Barat.

Menurut Anwar, pemerintah perlu mengambil langkah antisipatif karena eskalasi konflik berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi global, termasuk perekonomian Malaysia.

Ia menyebut situasi memanas setelah serangan yang disebut melibatkan Israel dan United States terhadap Iran, yang memicu kekhawatiran konflik dapat meluas ke negara lain di kawasan tersebut.

Anwar juga mengungkapkan telah melakukan pembicaraan langsung dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Dalam komunikasi itu, Iran memberikan jaminan bahwa situasi tidak akan meluas ke negara tetangga.

Di sisi lain, pemerintah Malaysia terus memprioritaskan keselamatan warganya yang berada di kawasan konflik. Gelombang pertama proses evakuasi telah berhasil dilakukan dengan memulangkan 163 warga Malaysia dan tujuh anggota keluarga non-warga negara menggunakan pesawat khusus yang disewa pemerintah.

Rombongan tersebut dilaporkan tiba dengan selamat di Malaysia sekitar pukul 12.30 waktu setempat.

Anwar turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai lembaga yang terlibat dalam proses evakuasi, termasuk Dewan Keamanan Nasional, Kementerian Luar Negeri, misi diplomatik Malaysia di Asia Barat, serta otoritas penerbangan yang membantu kelancaran operasi pemulangan warga.

Pemerintah Malaysia menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah dan menyiapkan langkah lanjutan untuk melindungi kepentingan nasional serta keselamatan warganya di luar negeri.

Pos terkait