Natuna, I’m Coming

Masih seperti mimpi. Aku tak mengira bila suratan takdir membawa diri ini hingga ke negeri  lintas Laut Cina Selatan nun jauh di Utara Indonesia. Teringat saat menatap  laut lepas, ketika pandangan tertuju pada ombak yang berkejaran menggapai bibir pantai, lalu meninggalkan buih. Semuanya membuatku terlena, begitu indah hingga tak terwakilkan oleh kata- kata untuk ditorehkan diatas lembaran diary.

Bacaan Lainnya

Sesaat, bulir- bulir hangat tanpa disadari menggelinding dari kedua mata membentuk jalur aliran sungai kecil membelah pipi, dan akhirnya menetes dari samping dagu membasahi jilbab. Hanya itu yang mungkin sanggup mengekspresikan perasaanku sebagai ungkapan kekaguman terhadap ciptaan Ilahi.

“Allahu Akbar,” lirihku dengan bibir bergetar. Selama ini, dalam setiap doa aku selalu meminta agar memperoleh pekerjaan yang mampu memenuhi hasrat berpetualang di alam bebas. Meski harus bertungkus lumus menjalankan pekerjaan, namun tetap merasa seperti tengah liburan. Ternyata Allah kabulkan apa yang kupinta, dengan mengirimku ke pulau surga ciptaannya. Natuna kini aku menjadi bagianmu. Natuna, I’m coming.

(Bersambung)

.

Pos terkait