OMC Disemai di Teluk Meranti, Lima Ton Garam Ditebar untuk Tekan Karhutla Riau

Operasi modifikasi cuaca ini menggunakan pesawat BNPB jenis Cessna Grand Caravan 208B dengan nomor registrasi PK-AKR. Pesawat tersebut dikerahkan untuk menyemai bahan semai pada awan potensial hujan di wilayah target.

Pekanbaru (Outsiders) – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau dilakukan melalui Operasi Modifikasi Cuaca dengan prosedur penyemaian garam pada awan potensial hujan di sejumlah wilayah rawan.

Sejak dimulai pada Senin lalu, total lima ton natrium klorida telah ditebar secara bertahap. Pada Jumat (20/2/2026), penyemaian dilakukan satu kali penerbangan atau sortie dengan lokasi target di Teluk Meranti.

Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan Jim Gafur menjelaskan, penyemaian dilakukan berdasarkan pemantauan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah sasaran.

Operasi ini menggunakan pesawat milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana jenis Cessna Grand Caravan 208B dengan nomor registrasi PK AKR. Pesawat dikerahkan untuk menebarkan bahan semai pada awan yang dinilai memenuhi syarat pembentukan hujan.

Menurut Jim, prosedur OMC diawali dengan analisis kondisi atmosfer dan identifikasi awan potensial oleh tim teknis, kemudian dilanjutkan dengan penerbangan ke titik target untuk penaburan bahan semai. Selain membantu memadamkan titik api, hujan buatan juga diharapkan membasahi lahan gambut agar tidak mudah terbakar kembali.

Operasi modifikasi cuaca direncanakan berlangsung selama satu pekan dengan total ketersediaan bahan semai sekitar 8.500 kilogram.

Berdasarkan data BPBD Riau, luas lahan terbakar saat ini mencapai 417,94 hektare yang tersebar di sejumlah daerah, dengan konsentrasi terbesar di Kabupaten Bengkalis. Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat karhutla sejak 13 Februari hingga 30 November 2026 sebagai langkah antisipasi dini terhadap potensi meluasnya kebakaran dan kabut asap.

Pos terkait