Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim menegaskan pentingnya memperkuat pendidikan keluarga sebagai dasar pembangunan nasional saat meluncurkan Dasar Kasih Keluarga Negara (DKKN) dan Skema Asuransi Kesejahteraan Rakyat (SIKR) di Ipoh, Sabtu (14/02/2026).
Ipoh (Outsiders) – Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim mengatakan pendidikan keluarga harus menjadi fokus utama dalam pembentukan nilai moral dan sosial, seiring peluncuran DKKN yang dinilai memperkuat kesejahteraan keluarga di seluruh negara.
Disampaikan Kantor Berita Bernama, Anwar mengatakan kemajuan ekonomi dan modernisasi tidak boleh mengesampingkan peran institusi keluarga sebagai pilar utama dalam membentuk nilai, moral dan kesatuan sosial. Menurutnya pendidikan karakter dimulai sejak di rumah melalui didikan orang tua yang tidak hanya memberikan kasih sayang tetapi juga menjadi teladan bagi anak-anak.
āIni adalah pengingat bagi kita semua agar tidak meremehkan peranan pendidikan keluarga dan kasih sayang di rumah sebagai fondasi pembangunan negara,ā kata Anwar pada acara peluncuran DKKN dan SIKR yang dihadiri oleh istrinya Datuk Seri Dr Wan Azizah Wan Ismail serta beberapa menteri Kabinet.
Anwar juga menekankan bahwa perdamaian dan tata kelola pemerintahan yang bersih merupakan syarat penting untuk menjaga kinerja ekonomi yang kuat. Ia mengatakan Malaysia memiliki potensi besar dan harus mempertahankan posisi ekonominya di kawasan ASEAN.
DKKN yang diluncurkan mencerminkan komitmen pemerintah untuk memastikan keluarga-keluarga Malaysia tetap kuat dan mampu menghadapi berbagai tantangan melalui lima pilar strategis, termasuk upaya memperkuat institusi pernikahan dan kemampuan orang tua dalam mendidik anak.





