Pekanbaru (Outsiders) — Ribuan orang yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan (AMMP) kembali menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Gubernur Riau. Mereka menyuarakan penolakan terhadap rencana relokasi warga dari kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan.
Massa mulai memadati kawasan kantor Gubernur sejak pagi hari. Mereka datang dengan truk-truk terbuka dan memarkir kendaraan di sepanjang Jalan Cut Nyak Dien, di antara kantor Gubernur dan Perpustakaan Soeman HS.
Pihak kepolisian tampak mengawal ketat jalannya aksi. Satu unit water canon dan beberapa ambulans dikerahkan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi eskalasi situasi.
Unjuk rasa sempat memanas ketika massa mencoba menerobos barikade dan mendesak untuk bertemu langsung dengan Gubernur Riau Abdul Wahid. Ketegangan meningkat ketika sejumlah demonstran melempar botol air mineral ke arah petugas. Aksi provokatif itu segera dihentikan setelah koordinator lapangan turun tangan menenangkan massa, menyusul peringatan tegas dari aparat keamanan.
Aksi ini merupakan lanjutan dari demonstrasi sebelumnya yang digelar di tempat yang sama. Kala itu, massa sempat diterima langsung oleh Gubernur Abdul Wahid, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, serta Bupati Pelalawan Zukri Misran. Namun, AMMP menilai pemerintah belum menunjukkan langkah konkret terkait kejelasan nasib warga di kawasan TNTN.
Koordinator AMMP menyatakan pihaknya akan terus melakukan tekanan politik melalui jalur aksi damai hingga pemerintah memberikan kepastian hukum dan perlindungan hak atas tanah yang mereka tempati selama bertahun-tahun.





