BBKSDA Riau Pasang Kamera Pemantau Harimau Sumatera di Area PHR Duri

Ilustrasi (Rekayasa AI)

Peakanbaru (Outsiders) – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau memasang kamera pemantau (camera trap) di area kerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Duri Field, Kabupaten Bengkalis, menyusul kemunculan Harimau Sumatera di wilayah tersebut.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari proses mitigasi konflik satwa liar sekaligus memastikan keberadaan harimau secara visual di lapangan.

Bacaan Lainnya

Fokus Pemantauan Pergerakan Harimau

Kepala BBKSDA Riau melalui Kepala Bidang Teknis Ujang Holisudin mengatakan, pemasangan kamera dilakukan di sejumlah titik strategis yang diduga menjadi jalur lintasan satwa.

“Pemasangan camera trap ini untuk memantau aktivitas dan memastikan keberadaan Harimau Sumatera secara visual di lokasi,” ujarnya, Selasa (7/4).

Selain kamera pemantau, tim juga melakukan pengambilan dokumentasi udara menggunakan drone serta pencatatan titik koordinat sebagai dasar analisis lanjutan.

Auman Sempat Terdengar

Saat proses pengecekan lapangan oleh tim gabungan BBKSDA Riau dan pihak keamanan PT PHR, suara auman harimau sempat terdengar di sekitar lokasi awal perjumpaan.

“Saat proses pengecekan di lapangan, tim mendengar suara auman di sekitar lokasi awal perjumpaan,” jelas Ujang.

Demi keselamatan, tim kemudian bergerak menjauh sejauh sekitar 500 meter dari sumber suara untuk menghindari potensi konflik.

Mitigasi dan Antisipasi Risiko

BBKSDA Riau juga menurunkan tim medis untuk siaga di lapangan sebagai langkah antisipasi kondisi darurat.

Pihaknya terus berkoordinasi dengan PT PHR dalam melakukan penilaian risiko konflik satwa liar serta menentukan langkah mitigasi lanjutan.

Kemunculan Harimau Sumatera di area tersebut sebelumnya dilaporkan pada Minggu (5/4), dan telah dikonfirmasi melalui identifikasi video sebagai individu dewasa.

Pos terkait