Jakarta (Outsiders) – Sarinah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) se Indonesia menggelar Diskusi Feminisme Pancasila dalam rangka Hari Ibu Nasional, refleksi akhir tahun 2025, sekaligus penggalangan dana bencana Sumatera. Kegiatan bertema Pelopor Perempuan Terpelajar Masa Kini ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom dan siaran langsung YouTube, Ahad (21/12/2025)
Diskusi tersebut diinisiasi DPC GMNI Jakarta Timur dan diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Ketua Pelaksana Sarinah Yulia Brian Dini menyampaikan bahwa forum ini dirancang sebagai ruang dialektika dan konsolidasi gagasan untuk memperkuat peran perempuan terpelajar dalam ranah sosial dan politik kebangsaan.
Pembukaan acara dipandu Ketua Komisariat GMNI Universitas Jayabaya Jakarta Timur Michelle Filladelfia, dengan dukungan live streaming dari Sociocorner dan PT Upquality. Kegiatan menghadirkan sejumlah Sarinah pelopor dari berbagai daerah sebagai narasumber.
Dalam opening speech, Kepala Bidang Kesarinahan DPC GMNI Jakarta Timur Tiarma Simanjuntak menekankan pentingnya peran perempuan sebagai subjek politik yang sadar, terdidik, dan berdaya dalam menjaga persatuan serta memperjuangkan nilai Marhaenisme. Ia juga menyampaikan upaya perumusan Dokumen Konsepsi Road Map Feminisme Pancasila menuju Indonesia Emas 2045.
Keynote speaker Eva Kusuma Sundari dari Institut Sarinah Indonesia menegaskan bahwa Feminisme Pancasila merupakan gerakan keadilan gender khas Indonesia yang berakar pada nilai Pancasila, gotong royong, dan keseimbangan relasi sosial.
Diskusi panel pertama membahas perspektif ekonomi, politik, dan hukum perempuan, dengan pemaparan dari Wakil Rektor Universitas Flores Immaculata Fatima serta Susi Maryanti dari DPN Peradi. Panel kedua mengangkat isu kesehatan mental dan sosiologi perempuan, menghadirkan Guru Besar Psikiatri Universitas Airlangga Margarita Maria Maramis dan Agnes Sri Poerbasari dari Dewan Ideologi DPP Persatuan Alumni GMNI.
Diskusi ini menegaskan komitmen GMNI menempatkan persoalan perempuan sebagai bagian penting dari perjuangan kerakyatan dan penguatan nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.





