Bangkok (Outsiders) – Otoritas Thailand resmi mengonfirmasi kasus pertama infeksi psittacosis, atau yang dikenal sebagai “parrot fever”, di negara tersebut, Selasa (3/2/2026). Psittacosis adalah penyakit bakteri yang dapat ditularkan dari burung ke manusia.
Kementerian Digital Economy and Society (DES) menyatakan laporan tersebut telah dipastikan benar setelah melalui verifikasi ketat oleh Pusat Anti–Berita Palsu (AFNC) sesuai kebijakan pemerintah. Kasus pertama ini dilaporkan terkait dengan burung peliharaan yang dipelihara di ruang yang kurang ventilasi.
Pasien yang terinfeksi diketahui telah mendapatkan perawatan dan dinyatakan telah pulih sepenuhnya dari penyakit tersebut, menurut pernyataan resmi otoritas.
Psittacosis disebabkan oleh bakteri Chlamydophila psittaci yang biasanya ditemukan pada burung seperti nuri, merpati, bebek, dan kalkun. Penyakit ini dapat menyebar ketika seseorang menghirup partikel udara yang mengandung sisa kotoran, bulu, atau sekresi burung.
Pihak berwenang mengimbau para pemilik burung dan orang yang sering berinteraksi dengan unggas untuk mengambil tindakan pencegahan, seperti memakai masker dan sarung tangan saat membersihkan kandang, mencuci tangan secara menyeluruh, serta segera mencari bantuan medis jika mengalami gejala seperti demam tinggi, sakit kepala parah, atau batuk setelah kontak dengan burung.





