Tiga Tewas, Thailand Peringatkan Bahaya Konsumsi Daging Babi Mentah

Ilustrasi (Rekayasa AI)

Bangkok (Outsiders) – Otoritas kesehatan di Thailand mengeluarkan peringatan kepada masyarakat untuk menghindari konsumsi daging babi mentah atau tidak matang setelah tiga orang meninggal dunia akibat infeksi bakteri Streptococcus suis, yang sering dikaitkan dengan penyakit dikenal sebagai “deafness fever”.

Dilaporkan Bankok Post, Kamis (26/2/2026), Peringatan ini muncul setelah dilaporkan setidaknya 49 kasus infeksi Streptococcus suis yang dikonfirmasi di berbagai wilayah di Thailand tahun ini. Penyakit ini dapat menyebar melalui konsumsi atau penanganan daging babi yang mentah atau tidak dimasak dengan baik, terutama pada hidangan tradisional yang menggunakan daging atau darah babi mentah.

Infeksi dapat menyebabkan gejala serius termasuk demam tinggi, nyeri sendi, dan bahkan komplikasi seperti radang otak yang bisa berujung pada gangguan pendengaran permanen atau kematian jika tidak ditangani segera. Otoritas kesehatan menekankan pentingnya menghindari daging babi yang tidak matang dan memastikan bahan makanan dimasak hingga benar-benar aman sebelum dikonsumsi.

Peringatan serupa pernah dikeluarkan sebelumnya, antara lain oleh Departemen Pengendalian Penyakit, yang juga mengaitkan konsumsi daging babi mentah dengan risiko infeksi Streptococcus suis dan mendorong masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih serta mengolah bahan makanan tersebut.

Otoritas kesehatan mengimbau masyarakat untuk membeli daging dari sumber yang bersertifikat dan memasaknya secara menyeluruh untuk mencegah penyebaran penyakit serta menurunkan risiko komplikasi serius.

Pos terkait