Aparat Thailand Lakukan Negosiasi Intensif Saat Pengepungan Rumah di Yala

Ilustrasi (imagesFX)

Bangkok (Outsiders) – Aparat keamanan Thailand melakukan negosiasi intensif dalam operasi pengepungan sebuah rumah yang diduga menjadi tempat persembunyian dua tersangka kelompok pemberontak di Provinsi Yala, Thailand selatan, Selasa (20/1/2025)

Operasi tersebut dilakukan di kawasan belakang pasar tua Yala, tidak jauh dari pusat kegiatan keagamaan setempat. Pasukan keamanan mengepung rumah dua lantai yang diyakini menjadi lokasi persembunyian tersangka, sembari berupaya menghindari eskalasi kekerasan.

Sejak dini hari sekitar pukul 03.30 waktu setempat, aparat bersama tokoh masyarakat dan pemuka setempat berusaha membujuk para tersangka agar menyerahkan diri secara damai. Namun dalam proses tersebut, tembakan sempat dilepaskan dari dalam rumah ke arah petugas.

Pihak Internal Security Operations Command Wilayah 4 menyatakan, meski sempat terjadi baku tembak singkat, aparat tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan perlindungan terhadap warga sipil di sekitar lokasi.

Hingga Selasa pagi, situasi di lokasi pengepungan masih terkendali dan belum ada laporan korban jiwa maupun luka-luka. Aparat keamanan tetap siaga sambil melanjutkan upaya dialog agar tersangka dapat menyerahkan diri tanpa menimbulkan risiko lebih besar.

Selain itu, aparat meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mendekati lokasi operasi. Warga juga diimbau untuk segera melaporkan informasi yang mencurigakan kepada pihak berwenang melalui saluran pengaduan yang telah disediakan.

Pihak keamanan menegaskan, operasi di Yala dilakukan dengan tetap menghormati hak asasi manusia serta mengutamakan keselamatan semua pihak, baik aparat, warga, maupun pihak yang menjadi sasaran penegakan hukum.

Pos terkait