Pekanbaru (Outsiders) – Perjuangan panjang Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau untuk mempertahankan sang bintang renang, Azzahra Permatahani, akhirnya berbuah manis. Dalam keputusan bersejarah, KONI Pusat resmi mengesahkan Azzahra sebagai atlet Riau dan mencabut seluruh medali yang semula diklaim Sulawesi Tengah (Sulteng) pada PON XXI Aceh-Sumut 2024.
Kabar gembira ini diumumkan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI se-Indonesia, Sabtu (6/9/2025), berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 481/Pdt.Sus-Arb/2024/PN Jkt.Pst. Keputusan tersebut memastikan seluruh raihan Azzahra, termasuk dua medali emas bergengsi, kembali ke Riau.
“Alhamdulillah, perjuangan kita tidak sia-sia. Perenang Riau, Azzahra, sudah disahkan menjadi atlet kita. Tentu ini akan mengubah posisi kita di PON XXI,” tegas Wakil Ketua I KONI Riau, Chairul Fahmi, penuh semangat, Senin (8/9).
Dengan tambahan medali Azzahra, koleksi emas Riau bertambah menjadi 23. Riau pun meloncat ke peringkat 10 besar klasemen akhir, menyingkirkan Lampung dari posisi tersebut.
Sumbangan Azzahra bukan main-main. Ia membawa pulang 2 emas (200 meter gaya ganti, 400 meter gaya ganti), 3 perak (50 meter gaya bebas, 100 meter kupu-kupu, 200 meter gaya punggung), serta 2 perunggu (200 meter gaya dada, 100 meter gaya punggung). Torehan itu membuat namanya kian bersinar sebagai salah satu perenang terbaik Tanah Air.
Lebih jauh, KONI Pusat menegaskan sikapnya dalam surat resmi yang ditandatangani Ketua Umum Letjen (Purn) Marciano Norman. “KONI Pusat menghormati putusan pengadilan sebagai bentuk kepatuhan terhadap hukum,” tulis surat tersebut, menutup polemik panjang yang sempat membuat atmosfer panas di dunia olahraga nasional.
Terkait bonus besar yang sudah diterima Azzahra dari Sulteng, Chairul Fahmi menegaskan hal itu sepenuhnya menjadi urusan antara Sulteng dengan sang atlet. “Tapi, untuk bonus sebagai atlet Riau, tanggung jawab kami sudah dimasukkan. Sama dengan peraih medali lainnya,” ujarnya.
Sebagai catatan, Azzahra sempat menjadi atlet dengan bonus terbesar dari Sulteng usai PON 2024, mencapai Rp2,2 miliar. Namun kini, kepastian hukum sudah menegaskan, Azzahra resmi kembali ke pangkuan Provinsi Riau.
Kepastian ini bukan sekadar kemenangan hukum, melainkan juga kemenangan moral dan kebanggaan masyarakat Riau. Dengan Azzahra kembali, semangat olahraga Bumi Lancang Kuning kembali menyala.





