Bangkok (Outsiders) – Kepolisian Thailand memperluas penyelidikan dan memburu pelaku pembunuhan seorang bocah perempuan berusia tujuh tahun yang ditemukan tewas di sebuah perkebunan karet di Provinsi Kanchanaburi.
Dilaporkan Bangkok Post, Korban yang dikenal dengan nama panggilan Nong Angoon dilaporkan hilang sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia pada Senin (1/6). Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan seksual pada tubuh korban.
Kasus tersebut memicu kemarahan publik dan menjadi perhatian aparat penegak hukum Thailand. Sejumlah pejabat kepolisian senior turun langsung ke Kanchanaburi untuk memantau perkembangan penyelidikan serta mengoordinasikan perburuan terhadap pelaku.
Polisi telah mengumpulkan berbagai barang bukti dari lokasi penemuan jenazah dan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Aparat juga menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi guna mengidentifikasi pergerakan korban maupun pihak yang diduga terlibat dalam kejahatan tersebut.
Tim penyidik meyakini pelaku masih berada di wilayah Thailand dan terus melakukan pengejaran. Polisi menyatakan seluruh sumber daya yang diperlukan akan dikerahkan untuk mengungkap kasus tersebut dan membawa pelaku ke pengadilan.
Kasus pembunuhan Nong Angoon menjadi sorotan nasional di Thailand dan memunculkan desakan agar pelaku segera ditangkap serta dijatuhi hukuman setimpal. Masyarakat setempat juga menggelar berbagai bentuk dukungan kepada keluarga korban yang tengah berduka.
Hingga saat ini, polisi belum mengumumkan identitas tersangka maupun motif pasti pembunuhan. Penyelidikan masih terus berlangsung dengan fokus pada pengumpulan bukti forensik dan pelacakan orang-orang yang terakhir kali berinteraksi dengan korban.





