Kota Bahru (Outsiders) – Aparat keamanan Malaysia menggagalkan upaya penyelundupan rokok elektronik dan cairan vape senilai RM396.000 atau sekitar Rp1,5 miliar ke Thailand dalam sebuah operasi di Kampung Kok Pauh, Pengkalan Kubor, Distrik Tumpat, Kelantan. Dalam operasi tersebut, seorang pemuda berusia 18 tahun turut diamankan.
Dilaporkan Bernama, Penangkapan dilakukan oleh tim Strike Force Batalyon 8 Pasukan Gerakan Am (PGA) dalam Operasi Taring Wawasan Kelantan yang berlangsung pada Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 13.30 waktu setempat.
Komandan Brigade Tenggara PGA, Ahmad Radzi Hussin, mengatakan petugas menemukan ribuan produk vape yang diduga akan diselundupkan ke Thailand melalui jalur perlintasan ilegal di wilayah perbatasan.
“Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan 2.760 unit rokok elektronik merek Salt Hub dengan berbagai varian rasa serta 1.200 kartrid cairan vape dari merek yang sama,” ujar Ahmad Radzi dalam keterangannya.
Menurut dia, tersangka diduga berperan sebagai penjaga gudang sekaligus membantu proses distribusi produk vape menuju Thailand melalui sejumlah jalur tidak resmi di sekitar Kampung Serkong, Pengkalan Kubor.
Hasil penyelidikan awal menunjukkan produk-produk tersebut diduga berasal dari kawasan Wangsa Maju, Kuala Lumpur, sebelum dikirim ke Kelantan menggunakan jasa kurir.
PGA mengungkapkan keberadaan gudang penyimpanan tersebut setelah melakukan pengumpulan informasi intelijen dan pemantauan secara berkelanjutan terhadap aktivitas penyelundupan di kawasan perbatasan Malaysia-Thailand.
“Pemantauan yang dilakukan berhasil mendeteksi lokasi penyimpanan produk rokok elektronik yang diyakini akan diselundupkan ke negara tetangga,” kata Ahmad Radzi.
Seluruh barang bukti yang disita diperkirakan bernilai RM396.000. Sementara tersangka beserta barang bukti telah diserahkan kepada Kantor Kesehatan Distrik Tumpat untuk proses hukum lebih lanjut berdasarkan Undang-Undang Pengendalian Produk Merokok untuk Kesehatan Masyarakat 2024.
Kasus ini menambah daftar upaya penyelundupan lintas batas yang berhasil digagalkan aparat Malaysia di wilayah Kelantan, yang selama ini dikenal sebagai salah satu jalur rawan aktivitas perdagangan ilegal menuju Thailand.





