Satria Kumbara dikabarkan terluka akibat serangan drone, masih terjebak di medan perang

Satria Kumbara

Pekanbaru (Outsiders) – Kabar terbaru datang dari Satria Arta Kumbara, eks prajurit Marinir TNI AL yang bergabung dengan militer Rusia. Ia dilaporkan mengalami luka serius akibat serangan drone Ukraina di medan pertempuran.

Informasi itu diungkap mantan prajurit TNI AD, Ruslan Buton, melalui sebuah video yang beredar di media sosial. Ruslan mengaku berkomunikasi langsung dengan Satria lewat pesan WhatsApp.

“Dia menyampaikan sedang dievakuasi karena terkena serangan drone dan tembakan mortir,” ujar Ruslan.

Cuplikan percakatan Ruslan Buton dengan Satria Kumbara melalui pesan singkat Whatsapp

Foto-foto yang beredar menunjukkan Satria dengan kepala diperban dan tubuh tampak lemah. Menurut Ruslan, Satria masih berada dalam kondisi terjepit karena terkepung di area pertempuran.

Sebelumnya, Satria sempat meminta bantuan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri untuk bisa pulang ke Indonesia. Ia menegaskan hanya Presiden Prabowo yang memiliki kewenangan membatalkan kontraknya dengan pihak militer Rusia.

Satria sebelumnya dipecat tidak hormat dari TNI AL karena desersi dan bergabung dengan militer Rusia. Status kewarganegaraan Indonesianya telah dicabut sesuai Pasal 23 UU Nomor 12 Tahun 2006. Dalam video yang beredar, ia mengaku ingin kembali ke Indonesia dan menjadi WNI lagi, meski masih terikat kontrak militer di Rusia dan harus menghadapi konsekuensi hukum atas desersi.

Pos terkait