Tembilahan (Outsiders) – Teror monyet liar di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, semakin meresahkan masyarakat. Sedikitnya 15 warga, termasuk anak-anak, mengalami luka serius akibat serangan hewan tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Pada Senin (3/8/2026) saja, tercatat empat orang dewasa dan sejumlah anak kembali menjadi korban serangan monyet liar. Para korban mengalami luka yang cukup parah dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Warga mengaku telah berupaya memburu monyet yang diduga menjadi penyebab serangkaian serangan tersebut. Namun hingga kini, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Hewan liar itu masih berkeliaran dan terus menimbulkan korban.
“Tiap hari ada saja yang jadi korban. Terutama diseputaran Jalan Pangeran Hidayat. Hari ini saya dengar ada korban dua korban, yaitu yang tinggal seputran Masjid Al-Ghulam dan di Lorong Tampok Mas Parit 14,” kata Nani Haidir, warga Tembilahan, saat dihubungi Outsiders, Selasa (4/8/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Rumah Sakit Puri Husada Tembilahan saat ini merawat sembilan korban serangan monyet. Seluruh pasien mendapatkan suntikan vaksin anti rabies sebagai langkah pencegahan infeksi.
Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir disebut menanggung seluruh biaya pengobatan para korban.
Dilaporkan Riau Pos, Aktivis lingkungan Indragiri Hilir, Zainal Arifin Hussein, meminta publik tidak terburu-buru menarik kesimpulan mengenai penyebab meningkatnya konflik antara manusia dan monyet liar di Tembilahan. Menurutnya, belum ada dasar yang cukup untuk memastikan serangan tersebut semata-mata dipicu oleh kerusakan lingkungan. Meski demikian, secara ilmiah degradasi habitat serta semakin menyempitnya ruang hidup satwa liar merupakan faktor yang paling rasional dan kerap menjadi pemicu utama terjadinya konflik antara satwa dan manusia.





