Singapura (Outsiders) – TNI Angkatan Laut terus memperkuat peran kajian dan kontribusi pemikiran strategis di bidang keamanan maritim melalui keikutsertaan Pusat Pengkajian Maritim Seskoal dalam forum internasional di Singapura.
Kepala Pusat Pengkajian Maritim Seskoal Laksamana Pertama TNI Salim menghadiri Maritime Security Programme yang diselenggarakan oleh S. Rajaratnam School of International Studies di Riverfront Ballroom, Grand Copthorne Waterfront Hotel, Singapura, Sabtu lalu (23/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 22 hingga 23 Januari 2026, tersebut juga dihadiri Wakapusjianmar Seskoal Kolonel Laut (P) Heru Syamsul Hidayat serta Kasubdit Kerja Sama Internasional Ditkersam Pusjianmar Seskoal Letkol Laut (P) Dany Wira Nugraha.
Maritime Security Programme merupakan agenda tahunan RSIS yang bertujuan menilai perkembangan dinamika keamanan maritim sepanjang tahun sebelumnya, sekaligus menghimpun pandangan para pakar terkait tantangan dan proyeksi keamanan maritim ke depan.
Rangkaian kegiatan terdiri atas konferensi dan Workshop on Maritime Force Modernisation. Sambutan pembuka disampaikan oleh Executive Deputy Chairman RSIS Nanyang Technological University Ambassador Ong Keng Yong, sementara pembukaan resmi dilakukan oleh Adviser Maritime Security Programme RSIS Prof. Geoffrey Till.
Forum ini menghadirkan pakar, akademisi, serta pemikir maritim dari berbagai negara yang membahas isu strategis keamanan maritim, modernisasi kekuatan maritim, dinamika geopolitik kawasan, serta perkembangan keamanan maritim global.
Partisipasi Pusjianmar Seskoal diharapkan dapat memperkaya perspektif akademik dan konseptual dalam pengembangan kajian keamanan maritim, sekaligus mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI Angkatan Laut.
Keikutsertaan tersebut juga sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali agar jajaran TNI AL terus meningkatkan peran diplomasi dan kerja sama maritim di tingkat nasional, regional, dan internasional.





