Tradisi Kenduri Apam kembali digelar Pemkab Siak dan LAMR

Tradisi ini dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Siak bersama Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Siak di Gedung LAMR Siak, Selasa (13/1/2026). Foto: Istimewa

Siak (Outsiders) – Tradisi Kenduri Apam kembali digelar di Kabupaten Siak sebagai bagian dari warisan adat Melayu dalam menyambut Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Tradisi ini dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Siak bersama Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Siak di Gedung LAMR Siak, Selasa (13/1/2026).

Kenduri apam merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Melayu yang sarat nilai religius dan sosial. Dalam pelaksanaannya, kue apam disedekahkan dan dinikmati bersama sebagai simbol kebersamaan, rasa syukur, serta doa agar negeri senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT. Pada kegiatan tersebut, tradisi ini juga dirangkaikan dengan santunan kepada 50 anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial.

Bacaan Lainnya

Bupati Siak yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, Mahadar, menyampaikan apresiasi atas upaya menghidupkan kembali tradisi adat yang mulai jarang ditemui di tengah perkembangan zaman.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Siak, kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kenduri apam merupakan tradisi lama yang dahulu rutin dilakukan, dan hari ini kembali dihidupkan untuk kita nikmati bersama, sekaligus memohon keselamatan, kesehatan, serta keberkahan dari Allah SWT,” ujar Mahadar.

Ia menilai, LAMR Kabupaten Siak memiliki peran penting sebagai penjaga marwah adat Melayu dengan terus menghidupkan kembali prosesi adat agar tetap tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

Menurut Mahadar, kenduri apam bukan sekadar tradisi makan bersama, melainkan simbol kebersamaan, ungkapan rasa syukur, serta doa agar negeri Siak dijauhkan dari marabahaya dan dianugerahi keberkahan.

“Kenduri apam ini adalah warisan adat yang sangat sarat makna, sejalan dengan falsafah Melayu adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah,” katanya.

Ia menjelaskan, apam memiliki makna mendalam yang berasal dari kata afwan yang berarti ampunan. Makna tersebut menjadi simbol permohonan ampun kepada Allah SWT sekaligus ajakan untuk saling memaafkan antar sesama manusia menjelang datangnya bulan suci Ramadan.

Melalui peringatan Isra Mi’raj yang dirangkaikan dalam kenduri apam, masyarakat diajak merefleksikan nilai keimanan dan ketakwaan, khususnya dalam menjaga salat sebagai tiang agama, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.

“Sekaligus menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang kita ketahui sebentar lagi, kami mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut bulan suci dengan hati yang bersih, niat yang tulus, serta semangat meningkatkan ibadah dan mempererat silaturahmi sehingga dapat kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

Melalui pelaksanaan kenduri apam ini, tradisi adat Melayu Siak diharapkan tetap terjaga dan terus diwariskan kepada generasi muda sebagai identitas budaya yang sejalan dengan nilai-nilai keislaman dan kehidupan bermasyarakat.

Assyifa School

Pos terkait