Pekanbaru (Outsiders) – Persaingan industri logistik memasuki fase baru seiring semakin luasnya pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Teknologi tidak hanya mendorong efisiensi operasional, tetapi juga mengubah cara perusahaan membaca kebutuhan pelanggan dan mengembangkan layanan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam Indonesia Marketing Festival (IMF) 2026 yang digelar MarkPlus Inc. di Pekanbaru pada 5-7 Agustus 2026. Mengusung tema “Winning the Competition in the Age of AI”, forum tersebut mempertemukan pelaku industri, praktisi pemasaran, akademisi dan pemimpin bisnis untuk membahas strategi menghadapi persaingan di era kecerdasan buatan.
Di sektor logistik, perubahan tersebut turut mendorong perusahaan untuk memperkuat inovasi layanan dan meningkatkan pengalaman pelanggan. JNE Pekanbaru menjadi salah satu perusahaan yang terus melakukan penguatan strategi bisnis menghadapi perubahan perilaku konsumen dan perkembangan teknologi.
Kepala Cabang JNE Pekanbaru, Hui Mandra, mendapat penghargaan Industry Marketing Champion 2026 untuk sektor logistik dalam ajang tersebut.
Penghargaan diberikan kepada pemimpin industri yang dinilai mampu menunjukkan kepemimpinan, inovasi pemasaran, strategi bisnis adaptif, penerapan prinsip keberlanjutan serta kontribusi terhadap pertumbuhan industri.
Di bawah kepemimpinan Hui Mandra, JNE Pekanbaru memperkuat layanan, memperluas jaringan serta mengembangkan segmen korporasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Penguatan tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan pelanggan yang semakin menuntut layanan logistik cepat, mudah dan efisien.
Hui Mandra mengatakan perkembangan AI menjadi peluang bagi industri logistik untuk meningkatkan kualitas layanan. Menurut dia, pemanfaatan teknologi harus diarahkan untuk membuat layanan semakin relevan dengan kebutuhan pelanggan.
“Perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), menjadi peluang bagi industri logistik untuk menghadirkan layanan yang semakin cepat, efisien, dan relevan dengan kebutuhan pelanggan,” ujar Hui Mandra.
Menurutnya, penghargaan Industry Marketing Champion 2026 bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi hasil kerja seluruh tim JNE Pekanbaru.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk seluruh tim JNE Pekanbaru yang setiap hari bekerja dengan semangat melayani dan menghubungkan kebahagiaan pelanggan. Pengakuan dari MarkPlus ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas layanan, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perkembangan industri logistik di Riau,” katanya.
Pemanfaatan AI dalam industri logistik membuka peluang pada berbagai aspek, mulai dari pengolahan data, prediksi kebutuhan pelanggan, optimalisasi proses operasional hingga peningkatan kualitas interaksi dengan konsumen.
Bagi perusahaan logistik, kemampuan mengadopsi teknologi sekaligus mempertahankan kualitas pelayanan menjadi faktor penting dalam menghadapi kompetisi. Perusahaan tidak lagi hanya dituntut mampu mengirim barang dari satu titik ke titik lain, tetapi juga memberikan pengalaman layanan yang cepat dan sesuai kebutuhan pelanggan.
JNE Pekanbaru menyatakan akan terus memperkuat inovasi, memperluas kolaborasi dan mengembangkan solusi logistik bagi masyarakat serta pelaku usaha di Riau.
Penghargaan Industry Marketing Champion 2026 menjadi momentum bagi perusahaan untuk memperkuat strategi menghadapi perubahan industri, terutama ketika teknologi AI mulai menjadi bagian penting dalam persaingan bisnis logistik.





