Bukit Mertajam, Malaysia (Outsiders) – Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengatakan bahwa negaranya harus segera keluar dari perangkap pendapatan menengah dengan mengarahkan perekonomian ke sektor bernilai tambah tinggi dan didukung teknologi mutakhir. Pernyataan itu disampaikan dalam acara peluncuran Seberang Perai ASPIRE Centre dan program komunitas, Sabtu (24/01/2026).
Menurut Anwar, berbagai negara sering mengalami kemajuan ekonomi namun kemudian stagnan pada tingkat pendapatan menengah. Untuk itu, Malaysia perlu menerapkan strategi yang jelas untuk mendukung transformasi ekonomi. Transformasi ini mencakup kebijakan digital yang kuat dan pengembangan kota pintar di tingkat pemerintah daerah, yang dirancang untuk mempercepat efisiensi dan inovasi.
Perdana Menteri menyatakan bahwa negara perlu menarik investasi di sektor teknologi tinggi, termasuk semikonduktor dan kecerdasan buatan. Ia menyoroti perusahaan-perusahaan global yang memilih Malaysia sebagai basis regional, sebagai indikator positif akan potensi pertumbuhan di sektor tersebut.
Anwar juga menekankan pentingnya pelatihan keterampilan, peningkatan kompetensi dan reskilling tenaga kerja agar masyarakat dapat mengambil manfaat penuh dari peluang kerja di sektor teknologi. Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia merupakan komponen penting dalam mendukung visi ekonomi masa depan.
Pada kesempatan yang sama, Anwar menyebut Tiongkok, khususnya Penang, sebagai lokasi penting untuk inisiatif smart city yang menggabungkan integrasi data, pemantauan lalu lintas, dan sistem keselamatan publik. Ia menilai implementasi teknologi seperti ini dapat membantu meningkatkan kualitas layanan publik dan daya saing daerah.
Selain itu, Anwar menyampaikan bahwa indikator ekonomi makro negara menunjukkan perkembangan positif, termasuk penguatan mata uang ringgit dan volume perdagangan serta investasi mencapai angka sekitar RM3 triliun.
Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap Malaysia tidak hanya keluar dari perangkap pendapatan menengah tetapi juga mampu bersaing dalam perekonomian global berbasis teknologi tinggi.





