Bangka (Outsiders) — Sebuah mobil double cabin ditemukan terbalik dan masuk ke parit di Jalan Lintas Timur Pantai Pagoda, Desa Rebo, Kecamatan Sungai Liat, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung. Saat diperiksa petugas, kendaraan tersebut ternyata membawa lima karung pasir timah yang diduga ilegal serta satu pucuk senjata api rakitan.
Kendaraan itu ditemukan pada Ahad lalu (16/8/2026) sekitar pukul 19.25 WIB. Ketika petugas tiba di lokasi, pengemudi sudah tidak berada di tempat dan kendaraan dalam kondisi tanpa penguasaan.
Penemuan tersebut bermula dari informasi yang diterima tim gabungan Lanal Bangka Belitung bersama Pusat Intelijen Angkatan Laut sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, tim sedang melaksanakan patroli dan langsung bergerak menuju lokasi setelah mendapat laporan keberadaan kendaraan.
Petugas kemudian memeriksa bagian dalam kendaraan yang mengalami kecelakaan. Selain lima karung pasir timah, ditemukan satu pucuk senjata api rakitan jenis pistol beserta lima butir amunisi tajam kaliber 9 milimeter.
Temuan tersebut membuat petugas mengamankan lokasi dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Personel Detasemen Polisi Militer (Denpomal) Lanal Babel kemudian tiba untuk membantu proses pengamanan.
Tim juga melakukan penyisiran di sejumlah lokasi yang diduga menjadi jalur pengiriman pasir timah keluar Pulau Bangka. Kendaraan dan seluruh barang bukti selanjutnya dibawa ke Kantor Perwakilan Lanal Babel di Taman Sari, Sungailiat.
Petugas menduga kendaraan tersebut digunakan untuk mengangkut pasir timah ilegal yang akan dikirim keluar Pulau Bangka. Dugaan sementara, kendaraan mengalami kecelakaan tunggal hingga masuk ke parit dan ditinggalkan oleh pengemudinya.
Sementara itu, keberadaan senjata api rakitan dan lima butir amunisi masih didalami. Aparat menyelidiki siapa pemilik senjata tersebut serta apakah terdapat keterkaitan dengan aktivitas pengangkutan pasir timah ilegal.
Pengemudi kendaraan hingga kini belum ditemukan. Penyelidikan juga masih dilakukan untuk mengungkap pemilik kendaraan dan pihak yang diduga terlibat dalam pengangkutan pasir timah tersebut.





