Mataram (Outsiders) – Kepanikan terjadi di perairan Lombok-Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), setelah Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin terbakar pada Rabu (12/8/2026). Puluhan penumpang langsung dievakuasi setelah TNI Angkatan Laut (TNI AL) mengerahkan sejumlah unsur untuk melakukan operasi penyelamatan.
Hingga pukul 09.10 WITA, sebanyak 65 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Proses pencarian dan penyelamatan terhadap penumpang serta awak kapal lainnya masih berlangsung bersama unsur SAR gabungan.
Berdasarkan data manifest, KMP Putri Yasmin mengangkut 17 anak buah kapal (ABK) dan 114 penumpang. Kapal tersebut juga membawa 33 kendaraan roda dua serta 22 kendaraan roda empat yang terdiri atas kendaraan pribadi, pickup dan truk.
Begitu mendapat laporan kebakaran, Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VII Laksda TNI Joni Sudianto dan Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Mataram Letkol Laut (P) Eko Darmawan langsung memerintahkan unsur yang berada dalam kondisi siaga bergerak menuju lokasi.
Kal Lembar dan Kal Balongas bersama personel Lanal Mataram dikerahkan untuk melakukan pencarian dan penyelamatan korban.
Dalam operasi tersebut, Kal Lembar berhasil mengevakuasi 17 orang dan membawa mereka ke atas kapal. Sementara unsur Port Link mengevakuasi 33 orang menuju Pelabuhan Padangbai.
Sebanyak 15 orang lainnya berhasil dievakuasi oleh unsur Salindo dan dibawa menuju Pelabuhan Padangbai.
Dengan demikian, total sementara 65 orang telah berhasil diselamatkan dari kapal yang mengalami kebakaran tersebut.
Operasi penyelamatan masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh penumpang dan awak kapal dapat dievakuasi. Unsur TNI AL juga berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam penanganan keadaan darurat tersebut.
Respons cepat dalam kebakaran KMP Putri Yasmin juga melibatkan unsur pelabuhan dan operator kapal swasta, termasuk Port Link dan Salindo.
Sinergi tersebut dilakukan untuk mempercepat evakuasi dan memastikan korban dapat segera dipindahkan ke lokasi yang aman.





