Thailand dan Kamboja Saling Tuding Usai Baku Tembak Singkat di Perbatasan

Divisi 1 infantry (Chok. Batalion 1) Royal Thai Army melakukan pelatihan pengkajian pengetahuan kepada pasukan militer sebagai bagian dari "Missile Operation Set (Cho. Rocket) dalam format (Unit school) pada berbagai teknik untuk menerapkan strategi analisis darat menggunakan faktor OCOKA. (Foto: Face book Royal Thai Army)

Bangkok (Outsiders) – Militer Thailand melaporkan terjadi pertukaran tembakan singkat dengan pasukan Kamboja di wilayah perbatasan Provinsi Sisaket, Selasa pagi (24/2/2026), yang memicu saling tuding pelanggaran gencatan senjata antara kedua negara.

Dilaporkan Bangkok Post, dalam keterangan resmi, pihak militer Thailand menyebut pasukan Kamboja menembakkan granat kaliber 40 mm di dekat posisi patroli Thailand saat melakukan patroli rutin. Tidak ada korban luka dari pihak Thailand. Sebagai respons, tentara Thailand melepaskan tembakan menggunakan peluncur granat M79 sesuai prosedur pertahanan.

Juru bicara Angkatan Darat Thailand menyatakan insiden tersebut dinilai melanggar kesepakatan gencatan senjata yang dicapai pada Desember 2025 setelah serangkaian bentrokan di perbatasan.

Sementara itu, pemerintah Kamboja membantah tuduhan tersebut. Pihak Phnom Penh menyatakan pasukannya tidak melakukan penembakan dan menilai tudingan itu tidak berdasar.

Thailand dan Kamboja memiliki riwayat panjang sengketa perbatasan yang berakar pada penetapan garis batas era kolonial. Ketegangan sporadis beberapa kali terjadi di kawasan tersebut.

Insiden terbaru ini dikhawatirkan dapat memicu peningkatan ketegangan jika tidak segera diselesaikan melalui jalur komunikasi dan diplomasi kedua negara.

Pos terkait