PM Malaysia Terima Paparan Keputusan Strategis Pertahanan Negara

Dalam rapat bersama jajaran pimpinan tertinggi Kementerian Pertahanan dan kepemimpinan Angkatan Bersenjata Malaysia, PM Malaysia Anwar Ibrahim telah menerima paparan terkait sejumlah keputusan strategis yang menyangkut kedaulatan dan keamanan negara. (Foto: facebook Anwar Ibrahim)

Kuala Lumpur (Outsiders) – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan akan mempertimbangkan pelepasan dana pengadaan yang sebelumnya dibekukan untuk Angkatan Bersenjata Malaysia (MAF) guna memastikan kesiapan dan kelancaran operasi militer tetap terjaga.

Dilaporkan Kantor Berita Berama, pernyataan tersebut disampaikan setelah pertemuan bersama pimpinan Kementerian Pertahanan Malaysia dan jajaran militer di Kuala Lumpur, Selasa (24/2/2026).

Menteri Pertahanan Mohamed Khaled Nordin mengatakan perdana menteri memahami pentingnya kesinambungan pengadaan bagi kebutuhan operasional angkatan bersenjata. Namun, ia menegaskan setiap keputusan tetap harus memperhatikan aspek tata kelola dan kepatuhan hukum.

Sebelumnya, pemerintah membekukan sejumlah keputusan pengadaan yang melibatkan militer dan kepolisian menyusul kekhawatiran terkait isu tata kelola dan integritas. Kebijakan tersebut diambil untuk memastikan seluruh proses berjalan transparan dan sesuai prosedur.

Selain meninjau kembali pembekuan dana, pemerintah juga menekankan pentingnya reformasi sistem pengadaan agar lebih akuntabel. Di sisi lain, perhatian terhadap kesejahteraan prajurit, termasuk fasilitas tempat tinggal dan dukungan logistik, disebut tetap menjadi prioritas.

Langkah ini dinilai sebagai upaya menyeimbangkan antara kebutuhan kesiapsiagaan pertahanan dan komitmen pemerintah terhadap transparansi serta tata kelola yang baik.

Pos terkait