Ekspedisi Ikan Merah menyusuri Sungai Serkap

Menjelang  malam, kami berniat untuk melepas kepenatan dan melupakan peristiwa kemunculan buaya sepanjang lima meter siang tadi. Meski waktu berjalan kian larut, namun mataku belum juga terpejam, apalagi suara nyamuk terus berdendang seolah memenuhi seisi ruangan.

Selintas terpikir bagaimana keadaan teman- teman pria yang tidur dalam perahu, sementara aku bersama dua staf dari KKP tidur di dalam bagan. Aku mulai membayangkan bila buaya lain muncul di malam hari, berenang tenang di air berwarna coklat pekat seperti air teh. Ah, semoga tidak terjadi.

Jalur Sungai Serkap yang mulai menyempit dengan kanopi alamnya (Dok. Rosyita)

Malam kian larut, udara semakin dingin. Sekelebat cerita penghuni hutan yang masih virgin di sekeliling bagan ini sempat menjadi pengantar tidur. Seram! Semoga malam ini aku tidak bermimpi aneh.

****

Pos terkait