Polisi Diserang Warga, Penggerebekan Sarang Narkoba di Tembung Berujung Tembakan

Medan (Outsiders) – Penggerebekan sarang narkoba di kawasan bantaran Rel Kereta Api Tembung, jalur kereta api bandara, berlangsung dramatis. Personel Satresnarkoba Polrestabes Medan mendapat perlawanan dari sejumlah oknum warga yang diduga berkaitan dengan aktivitas narkoba di lokasi tersebut, Sabtu (8/8/2026).

Petugas bahkan sempat dilempari batu saat menyisir kawasan bantaran rel sepanjang sekitar 300 meter. Untuk mengendalikan situasi, polisi melepaskan sejumlah tembakan peringatan ke udara.

Bacaan Lainnya

Meski mendapat perlawanan, petugas akhirnya menguasai kawasan tersebut dan menangkap tiga orang yang diduga terlibat dalam jaringan narkoba.

Penggerebekan dipimpin Kasatresnarkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha. Polisi menyisir sejumlah barak yang berdiri di kawasan bantaran rel dan diduga menjadi tempat transaksi maupun penyalahgunaan narkotika.

“Kami amankan tiga orang yang memiliki peran mulai dari pengguna, pengedar, hingga aktor intelektual di balik sarang narkoba ini,” kata Rafli, Ahad (9/8/2026).

Dari sejumlah barak, polisi menemukan lebih dari tiga kilogram ganja. Sebagian narkotika telah dikemas dalam paket siap edar, sementara sebagian lainnya masih berbentuk bal.

Petugas juga menemukan sejumlah paket sabu siap edar serta puluhan alat hisap yang diduga digunakan untuk mengonsumsi narkotika.

Tak hanya narkoba, polisi menemukan sejumlah senjata di lokasi tersebut. Barang bukti yang diamankan berupa dua senapan angin dan belasan senjata tajam.

“Ada sekitar tiga kilogram ganja kami sita dan sejumlah barang bukti narkoba lain. Kami juga menyita dua senapan angin dan belasan senjata tajam,” ujar Rafli.

Gang Sempit dan Barak di Bantaran Rel

Penggerebekan berlangsung di kawasan yang memiliki kondisi geografis cukup sulit. Personel harus melewati gang sempit dan menaiki tangga untuk mencapai sejumlah barak yang berada di bantaran rel.

Situasi semakin tegang ketika petugas mendapat serangan dari oknum warga yang melempari batu. Polisi kemudian mengambil tindakan tegas dan terukur hingga situasi berhasil dikendalikan.

“Untuk menuju tempat ini tidak mudah, kami harus melewati gang sempit dan bahkan harus menaiki tangga karena barak narkoba terletak di bantaran rel kereta. Kami juga sempat diserang oknum warga, meskipun akhirnya kami berhasil mengendalikan keadaan,” katanya.

Setelah kawasan dikuasai, polisi membongkar dan memusnahkan sejumlah barak yang diduga digunakan untuk aktivitas peredaran serta penyalahgunaan narkoba.

Polrestabes Medan memastikan kawasan tersebut akan terus diawasi. Polisi juga mengancam akan kembali melakukan penindakan jika aktivitas peredaran maupun penyalahgunaan narkotika kembali ditemukan.

“Kami berkomitmen untuk seluruh pelaku, baik pengedar maupun bandar, dan seluruh jaringan akan kami putus. Hukum akan tetap kami tegakkan,” tegas Rafli.

Penggerebekan tersebut menjadi bagian dari upaya Polrestabes Medan memutus rantai peredaran narkotika sekaligus membersihkan kawasan yang diduga selama ini menjadi titik aktivitas narkoba.

Pos terkait