
Jeny menjelaskan kecantikan tidak hanya dilihat dari penampilan fisik seseorang karena unsur kepribadian serta intelektualitas juga perlu dimiliki. “Kecantikan itu perlu faktor penyeimbang dari dalam diri, atau lebih sering disebut inner beauty, artinya kecerdasan yang dibalut dengan kecantikan akan menampilkan sosok pribadi sempurna, caranya adalah dengan memberikan asupan ilmu pengetahuan secara terarah dan terukur agar wawasan terus bertambah. Makanya saya paling mengutamakan pendidikan untuk membangun semuanya,” kata Jeny.
Lanjut Jeny, salah satu poin penilaian penentu pada seluruh kontes yang ia ikuti, berkaitan dengan wawasan serta tingkat intelektual setiap peserta, inilah yang membuatnya terus menggali seluruh potensi diri sebagai bekal menghadapi kompetisi.
“Pengusaan bahasa misalnya, poin ini memiliki nilai plus bagi setiap peserta lomba untuk menaikkan ranking. Secara pribadi saya tidak mau kerja tanggung untuk belajar bahasa, khususnya bahasa asing. Awalnya saya berfikir cukup mengambil kursus bahasa saja untuk mengasah kemampuan berbicara dalam bahasa asing, namun akhirnya saya memutuskan mengambil kuliah jurusan Sastra Inggris untuk mendapatkan kemampuan lebih,” ungkap gadis kelahiran 11 Januari 1998 ini.





