Rahasia Miss Culinary Tourism 2019 menekuni Sastra Inggris

Lalu dimana  ilmu bahasanya? Mendapat pertanyaan seperti itu, Jeny menjelaskan bahwa bila ingin menguasai sebuah bahasa asing, tidak cukup hanya sekedar belajar tata bahasa, namun perlu mempelajari seluruh pengetahuan yang tersemat pada budaya pengguna bahasa itu sendiri.

“Saya yakin dua semester di belajar di STIBA Persada Bunda, mahasiswa sudah bisa cuap- cuap pakai bahasa Inggris, bila delapan semester tidak lagi hanya sekedar bicara, namun juga sudah menguasai budaya native speaker secara positif dan lebih mendalam,” papar Jeny.

Bacaan Lainnya

Karena bersifat keilmuan kontemporer, Jeny merasa kuliah di STIBA Persada Bunda seolah memberikan bekal kekinian untuk menapakkan kakinya menuju persaingan kerja masa depan.

“Naluri bisnis saya justru berkembang setelah bergabung di STIBA, makanya baru- baru ini saya memberanikan diri membuka salon kecantikan di kawasan Simpang Tiga. Tidak pernah terfikir sebelumnya menjadi enterpreneur, namun memang demikian kenyataannya,” kata Jeny seraya mengulas senyum.

“Apa urusannya salon kecantikan dan Sastra Inggris?” Tanya Ootsiders Group  coba menggali lebih dalam. Jeny kembali mengulas senyum.

“Disanalah letak kekuatan Sastra Inggris sebagai ilmu yang mendalami konsep humaniora. Mahasiswa justru diarahkan untuk menggali potensi mereka masing- masing untuk dikembangkan dalam kehidupan. Contoh kecilnya seperti ini, dengan memiliki kemampuan berbahasa Inggris, maka secara otomatis akan memudahkan kita memahami buku- buku yang belum diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, dengan demikian, kita sudah maju satu langkah, atau bahkan ratusan langkah karena ilmu yang terkandung di dalam buku tersebut sudah kita kuasai lebih dulu. Bisa jadi buku tersebut tidak pernah diterjemahkan, jika demikian tentu saja ilmunya  tidak tersebar di Indonesia secara sempurna,” kata Jeny memberikan pemahaman.

Kembali ke soal karirnya di dunia model dan kontes kecantikan, Jeny tetap optimis untuk terus mengikuti berbagai kompetisi. “Misi saya mengikuti bebagai kontes, selain untuk meningkatkan percaya diri secara profesional, juga untuk memperkenal Riau di kancah nasional dan internasional,” pungkas Jeny mengakhiri wawancara.

Pewarta : Safrinyanti

Pos terkait