Kamboja (Outsiders) – Kementerian Pertahanan Kerajaan Kamboja menegaskan komitmen penyelesaian damai dan kepatuhan terhadap perjanjian gencatan senjata setelah insiden ledakan di kawasan Chong Bok yang mengakibatkan dua prajurit Kamboja terluka.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Letnan Jenderal Mali Sochieta, mengatakan insiden terjadi pada Selasa (6/1/2026), sekitar pukul 07.27 waktu setempat, saat prajurit Kamboja tengah melaksanakan pembersihan dan menjaga ketertiban di dalam pangkalan militer di kawasan Mum Bai atau Chong Bok.
Menurutnya, ledakan berasal dari tumpukan sampah di area tersebut. Akibat kejadian itu, satu prajurit mengalami luka ringan dan satu lainnya luka berat. Keduanya telah dievakuasi ke rumah sakit provinsi untuk mendapatkan perawatan medis secara intensif.
Mali Sochieta menyatakan bahwa mekanisme koordinasi perbatasan antara Kamboja dan Thailand saat ini berjalan secara erat. Kedua pihak terus melakukan pembahasan dan pertukaran informasi guna menyelesaikan permasalahan serta meredakan situasi di lapangan.
Kementerian Pertahanan Kamboja menegaskan kembali bahwa pemerintah dan militer Kamboja berkomitmen penuh untuk menghormati dan melaksanakan perjanjian gencatan senjata Kamboja Thailand yang ditandatangani pada 28 Juli 2568, pernyataan bersama perdamaian pada 26 Oktober 2568, serta hasil pertemuan khusus ke 3 Komite Perbatasan Umum Kamboja Thailand atau GBC pada 27 Desember 2568, termasuk dokumen terkait lainnya.
Langkah langkah tersebut, menurut Kementerian Pertahanan Kamboja, ditujukan untuk mempercepat pemulihan kondisi normal, menjaga perdamaian, stabilitas, dan keamanan masyarakat yang tinggal di sepanjang perbatasan kedua negara. Informasi terkait insiden ini telah disampaikan kepada publik serta media dalam dan luar negeri.





